Kamis, 7 Agustus 2008 – 17:31 wib
Ricky Afrial Saputra – Okezone
JAKARTA – Sejumlah aktivis dari Lingkar Mahasiswa Jakarta Raya (Lima Jaya) mengikatkan police line atau garis polisi �di gerbang kantor pusat Pertamina, dalam aksinya di depan pengolah minyak tersebut, Kamis (7/8/2008). Police Line ini menurut mahasiswa, karena perusahaan BUMN ini dinilai bermasalah di bawah kepemimpinan Dirut Ari Sumarno
“Ari Sumarno telah melakukan manuver yang sangat canggih dengan mengubah struktur organisasi di dalam pertamina. Karena dia menilai struktur yang lalu tidak dapat dijamin kesetiannya kepada dirinya,” jelas Presiden BEM Trisakti, Ilham kepada wartawan di sela aksinya.
Dia menjelaskan, contoh ketidaksetiaan menurut Ari Sumarno adalah bocornya informasi impor minyak kepada media, anggota DPR serta pihak-pihak yang kritis kepada Ari.
Selain itu, Lima Jaya juga mengkritik kebijakan Ari Sumarno yang memangkas organisasi pertamina dan mendirikan satu deputy baru untuk pengadaan minyak mentah import dan BBM import, yaitu Deputy Integrated Supply Chain.
Sebelumnya di Pertamina terdapat dua bagian: Niaga dari Direktorat Pemasaran dan Niaga serta bagian perencanaan dari pengolahan yang juga mengimpor minyak mentah.